Roda hidup emang selalu berputar.
Dulu semasa kuliah bisa dibilang saya sangat teramat jarang belajar apalagi baca2 diktat kuliah. Boro2 baca, kuliah saja datang telat mulu dan maunya duduk dipojokkan barisan paling belakang, hehe

Sekarang saya teramat sangat rajin belajar, baca buku, browsing, tanya para pakar, baca banyak referensi, standar-standar desain (kode luar lagi). Beuhh. T_T (ini karena tuntutan)

Rasanya saya kehilangan separuh kehidupan…

Tapi akhirnya dari sini saya menemukan kembali masa jaya ke SD’an saya. Bahwasanya saya suka belajar.

Ayo belajar..

#EdisiSeandainyaIniHariPendidikanMungkinBanyakYangLike

haha #ngek

Ayo adik-adik yang manis jangan ragu-ragu banyak  belajar ya 😀

Advertisements

_Roda _

Percayalah, kehidupan itu berputar ibarat roda kadang engkau di atas kadang engkau di bawah. *yah yah yah penjelasan umum. Mari sejenak lupakan.

Ada lagi begini

Engkau akan kembali pada satu titik yang sama tapi dengan kondisi yang berbeda. Seperti roda. berputar pada sumbu yang sama, teruuusssssssssss berputar.  Yang harus engkau pastikan adalah saat kembali pada titik itu engkau selalu berada pada kondisi terbaik.

Misalnya begini

Pada bagian roda mu, engkau tandai bagiannya  dengan sebuah coretan, tentukan juga titik untuk diamati, saat roda berputar berapa kali coretan itu akan kembali melewati titik tersebut?

Jadi begini

Hmm, gimana ya…. aduh ko jadi bingung.. hmm hmm hmm

Aha (ting, bolam kuning menyala :D) Continue reading

“DDU”

Izinkan  kali ini saya hanya ingin mengutip kata-kata nya ustad . Yang pasti saya tak bisa membuat kata-kata lebih indah dan mengena dari pada ini.

Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencintai.

———–
karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
“jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”
Continue reading

????????

Mengulang -ulang kembali memori adalah  pekerjaan yang  menyita waktu bagi saya, kenapa tidak? Dengan polosnya saya akan terdiam, termenung, terbawa oleh mimpi-mimpi yang sempat dihujamkan keras di dalam dada, bahwasanya saya harus begini, saya harus bisa ini, itu bla bla bla. Dan ketika tersadar saya sudah begitu banyak menyia-nyiakan waktu. Fuh fuh fuh fuh -_-

Harus “Semangat” Emang Kenapa??

Setiap orang memiliki  kepribadiannya masing-masing. Karena itu setiap orang memiliki respon tersendiri dalam menanggapi tiap kegagalan ataupun keberhasilan yang diraihnya. Ketika gagal ada yang  merasa benar-benar terjatuh seolah-olah tak ada yang bisa ia usahakan lagi (alias frustasi berat) . Ada yang belum – sebelum sudah menyerah karena takut menerima kegagalan. Ada yang sudah berusaha berkali-kali namun selalu gagal, hingga akhirnya ia pun menyerah, sayangnya ia  tidak menerima kegagalan itu hingga akhirnya hanya keluh kesah yang dapat dilakukan.  Ada yang selalu tegar menerima kegagalan, ia sudah berusaha semampunya berkali-kali namun tetap saja gagal, mungkin ia sedikit kecewa tapi kekecewaan itu hanyalah respon sementara, tetap bersyukur dan meyakini bahwa apa yang ia peroleh adalah yang terbaik dalam hidupnya itulah yang ia lakukan , inilah orang yang akan selalu bersemangat. Termasuk kedalam kelompok yang manakah kita? Coba tanyakan pada diri sendiri. Karena sejatinya kita sendirilah yang memahami siapa kita sebenarnya? Dan Allah tentunya. Penilaian orang lain hanya sebatas penilai secara kasat mata.  Jika ingin menilai diri, maka perhatikanlah  disaat kita hanya sendiri.